Pages

Monday, December 24, 2012

Pemimpin Itu..

Setiap orang itu membuat blognya sesuai dengan caranya masing-masing, ada yang fashion, travel, culinary, photography, videography, atau bahkan cuma sekedar curhat karena nobody to talk to. Well, sebenernya gue juga bingung apa genre blog ini karena gue menulis apa yang ada di pikiran gue saat itu. Saat ini yang ada di pikiran gue adalah gue butuh temen curhat!

------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Sebenernya curhat di blog itu menye-menye banget, seakan-akan si blogger gak punya temen. Tapi, kalo buat gue, curhat di blog itu cukup efektif karena:
1. Followers blog gue sedikit jadi kemungkinan orang lain baca blog ini juga sedikit banget;
2. I blog because i dont know with whom i have to share;
3. Terkadang ada kata yang tidak bisa terucap lewat lidah.

Kali ini gue mau cerita tentang kepemimpinan.

Teori tentang kepemimpinan itu ada banyak sekali, mulai dari yang idealis hingga yang santai-is. Setiap gaya kepemimpinan punya kelebihan dan kekurangannya masing-masing, gue sangat percaya itu. Tapi mana yang paling efektif? Menurut gue, kepemimpinan efektif adalah jika seorang pemimpin bisa membawa suatu organisasi atau komunitas kepada visi dan misi yang telah disepakati bersama, dengan para staf yang dekat, mencintai, menghormati, dan menaati pemimpin tersebut. Apapun gaya yang dianut oleh seorang pemimpin, jika prinsip kepemimpinan efektif tersebut tercapai, dia berhasil menjadi seorang pemimpin.

Gue sendiri gak tau ya, gue ini memakai gaya kepemimpinan seperti apa. Yang jelas gue ini penakut dan gak tegas. Apa karena gue masih belajar ya? Tapi plis banget! Masa gue takut sama beberapa staf gue?! Dan selama gue memimpin di salah satu divisi di organisasi ini, masa iya gue gampang banget disetir dan diubah konsepnya? Menerima masukan orang bukan berarti plin-plan kan? Gue bener-bener harus banyak belajar. Lagipula, gue susah banget ngambil hati dan fokus mereka. Gue ini pemimpin bukan sih? Apa mereka menganggap gue hanya sebagai 'koordinator' divisi? Karena malah ada satu staf gue yang lebih disegani dan ditakuti oleh mereka.

Gue emang baru pertama kali memimpin suatu divisi organisasi dalam jangka waktu yang cukup lama (1 tahun). Biasanya gue memimpin suatu divisi di kepanitiaan yang notabene waktunya sebentar. Jadi ya bisa dibilang ini adalah batu loncatan gue untuk meneguhkan seperti apa karakter gue. Tapi apa butuh waktu selama itu? Gue takut malah jadi kebiasaan. Gak boleh! Perilaku buruk ini sangat gak boleh jadi kebiasaan! Kadang gue berpikir, apa sih pendapat mereka tentang gue? Apa gue cuma sekedar 'tim hore-hore' untuk ngeramein organisasi? Bukan. Gue kepala divisi, bukan tim hore. Apa gue ga disegani sama mereka? Kenapa gue sangat susah mengatur segerombolan anak itu? Beda sekali sama si D yang sekali teriak, semua anak langsung menuruti perkataannya dia. Well, mungkin gue ga sedisiplin dan secerdas si D, atau gue ga sekritis si S, dan gue juga ga punya power sekuat si M. Tapi apa gue harus jadi si Z yang kerjanya hampir mirip EO (Event Organizer)? Apa gue ga perlu disegani? Apa perkataan gue sangat sangat sangat powerless sehingga mereka malas menuruti gue? Bukan, gue bukan orang yang gila hormat. Tapi, apa salah gue minta dihormati?

Si G. Gue bingung banget sama si G. Dia maunya apa? Gue tau banget banget dia itu orangnya keras kepala dan haknya dia di atas hak orang lain. Tapi apa salahnya MENGHORMATI orang lain? Gue bukan menekankan bahwa dia bawahan gue dan gue atasannya dia. Bukan, bukan seperti itu. Tapi apa salahnya dia sedikiiiiiit saja menghargai gue sebagai, kalau bukan sebagai atasan, sebagai orang yang lebih tua dari pada dia. Asal kalian tau ya, jelas kok dia gak suka sama gue. Kenapa ya? Apa mungkin gue 'tidak menguntungkan' buat dia. Apakah si A atau si S lebih 'menguntungkan' buat dia, mungkin, dalam segi job? Oportunis, you can call it maybe. Dia sangat tidak menghargai waktu. Apa buktinya? Apalagi kalau bukan ngaret. Dia selalu ngaret, bahkan ketika dia harus mengumpulkan power point yang akan dia gunakan untuk presentasi calon presiden. Pemimpin seperti apa yang tidak menghargai waktu? Gue sangat tau kalau dia itu orang sibuk walaupun gue sama sekali gak tau kesibukannya dia. Gimana ya, dia gak mau sih menjalin hubungan yang lebih akrab sama gue. Ngapain gue ngedeketin dia kalo dia selalu ngejauhin gue? Ketauan kok kalo dia lebih suka sama anak 09 lain yang lebih memberikan prospek (dibandingkan gue). Insya Allah, gue kelak akan mendapatkan pekerjaan yang sangat layak dan berpendapatan lebih besar dari pada uang kuliah gue. Lagipula, mungkin di pita suaranya ga ada pengayak kata kali ya. Nyablak sekali bahasanya.

Sebenernya mungkin gue bukan tipe pemimpin yang dekat dengan staf sehingga mereka merasa kalau mereka hanyalah pelaksana proyek. Padahal gue sama sekali ga berpikiran seperti itu.. Setiap kali gue SMS mereka untuk menjalin hubungan yang lebih dekat, eh merekanya bales sekenanya. Siapa yang ga males sih diperlakukan seperti itu? Mungkin seharusnya gue gak menyerah ya. Tapi memang gue ga menyerah! Tapi apa gue harus kehilangan harga diri dan terus-terusan SMS mereka dengan tanpa ada satupun balasan dari mereka? Cukup sudah kesabaran saya. Apalagi pas lagi rapat, susah ya membangun suasana. Susah ya membuat mereka untuk 'bersuara'. Susah ya mengajak mereka untuk menyampaikan pendapat. Susah ya Menggagas ide original yang bisa digunakan sebagai pancingan ide-ide selanjutnya. Ini benar-benar pelajaran. Seharusnya sih 1 tahun cukup untuk bangkit dari pembelajaran. Saya sudah cukup belajar. Tahun 2012 itu tahunnya belajar. Tahun 2012 saya memiliki banyak sekali pengalaman, dari yang paling buruk sampai yang paling baik.

Semoga apa yang saya dapatkan di tahun 2012 bisa saya pelajari hikmahnya dan bertindak sesuai dengan evaluasi diri.

Pemimpin itu..harus bisa menciptakan sense of belonging para staf nya.
Pemimpin itu..harus bisa membangun kerja sama anggota timnya.
Pemimpin itu..harus disegani tapi disukai oleh semua stafnya.
Pemimpin itu..harus memiliki ide original, kreatif, dan operationable.
Pemimpin itu..harus bisa mengambil atensi dari para anggota tim.
Pemimpin itu..harus bisa didengar dan mendengar.
Pemimpin itu..harus bergerak bersama seluruh anggota tim.
Pemimpin itu..harus punya kekuatan yang tidak dimiliki oleh para stafnya.
Pemimpin itu..harus tegas, kritis, disiplin, lantang, dan tidak mudah goyah.
Pemimpin itu..harus mengerti kondisi dan latar belakang para anggota tim.
Pemimpin itu..harus tetap bisa mengendalikan kemudi ketika 'arus' sedang deras-derasnya.
Di balik itu semua
Pemimpin itu..kamu!

3 comments:

D said...

Kalau kata orang, bedanya pemimpin sama boss itu, kalau boss, "GO!" kalau pemimpin, "LET'S GO!"

ifalifa said...

agree with you zaah
tapi bedanyaa ini gue alamin pas 2011
pas gue jadi wakadept
dan gue merasa gue powerless banget -___-"
jadi pelajaran bgt sih buat bisa
lebih baik di pekerjaan nanti :)

syarifah khadijah said...

Kak zahra, kadiv terbaik yang pernah aku temuin saat jadi staff. Aku belajar banyak dari kakak *salam hormat* ��

Ipeh HRD :9

Post a Comment