Pages

Saturday, May 26, 2012

ADAM AIR, FLIGHT KI 574

Guys, masih inget sama kasus jatuhnya pesawat Adam Air yang terjadi tanggal 1 Januari 2007? Gue  gak ada maksud apa-apa sih, gue cuma mau mengingatkan bahwa kematian benar-benar ada di sekitar kita. Di mana pun kita berada.


=====================================================================


Sekilas tentang ADAM AIR, FLIGHT KI 574


Adam Air Penerbangan KI-574 adalah sebuah penerbangan domestik terjadwal jurusan Surabaya-Manado yang lepas landas pada pukul 12.55 WIB dari Bandara Juanda (SUB), SurabayaIndonesia pada tanggal 1 Januari 2007 dan hilang dalam penerbangan. Hingga saat ini, pesawat ini berstatus HILANG dengan 102 penumpang (96 penumpang dan 6 awak pesawat) yang dinyatakan tewas secara keseluruhan. Kecelakaan pesawat ini merupakan kecelakaan terbesar dalam sejarah Boeing 737-400. Black box ditemukan di kedalaman 2000 meter pada tanggal 28 Agustus 2007. Pada 25 Maret 2008, penyebab kecelakaan yang diumumkan oleh Komisi Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) adalah cuaca buruk, kerusakan pada alat bantu navigasi Inertial Reference System (IRS), dan kegagalan kinerja pilot dalam menghadapi situasi darurat.


Ketika di ketinggian 35.000 kaki dan kru memutuskan IRS Mode selector unit No-2 (kanan) ke posisi mode ATT (attitude), auto pilot mati. Akibatnya, pesawat secara perlahan berbelok (roll) ke kanan hingga terdengar peringatan sistem arah pesawat (bank angle) karena miring ke kanan hingga melewati 35 derajat. Bahkan, data Digital Flight Data Recorder (DFDR) sesudah pesawat mencapai bank angle hingga 100 derajat dan posisi hidung pesawat menukik, pilot tak juga mengubah arah pesawat. Saat menukik, kecepatan pesawat mencapai 0,926 mach dan daya grativitasi tekanan pesawat berubah dari positif 3,5 g menjadi negatif 2,8 g. Menurut Dirjen Perhubungan UdaraDepartemen PerhubunganBudhi Muliawan Suyitno, situasi pesawat bergetar hebat sehingga struktur kendali pesawat rusak, dan pesawat kemudian menghantam air dengan badan pesawat yang telah hancur dan terbelah akibat kecepatan tinggi dan gaya gravitasi yang melebihi batas kemampuan badan pesawat.


Gue tidak mempermasalahkan siapa yang salah di sini. Because classic Indonesia, kecelakaan transportasi tidak hanya menjadi penyebab salah satu pihak. National Geographic pernah mengangkat masalah air crash yang disebabkan oleh Adam Air ini. Fakta mencengangkan bahwa pesawat Adam Air sebagian besar mengalami kerusakan yang bahkan belum pernah diperbaiki secara layak oleh pihak perusahaan. Selain itu, pilot-pilot pun tidak diberikan training secara terintegrasi. Bahkan mereka tidak dilatih tentang cara mengendalikan pesawat di saat-saat darurat, seperti yang terjadi pada pesawat KI 574. Adam Air pun sering mengalami kecelakaan beberapa bulan sebelum tanggal 1 Januari 2007. Lebih parah lagi, ada 1 lagi pesawat Adam Air yang mengalami kecelakaan beberapa bulan setelah KI 574, padahal Adam Air sedang di bawah  pengawasan ketat pemerintah. Akhirnya, perusahaan penerbangan yang ber-tagline fly is cheap berubah menjadi fly is never again setelah izinnya resmi dicabut.


ADAM AIR, THE PLAN THAT VANISHED - NATIONAL GEOGRAPHIC







THE BLACK BOX RECORDING OF KI 574


Transkrip Percakapakan:

(WARNING sound) : PULL...

Voice on DHI 574 cockpit : ini ----
ATC : trigana 161, the surface conditions, wind 290 degrees 07 knots, current visibility about 2 until 3 kilo mike, request descent?
in the background (Adam's pilot chatting: ---- ----- headingnya.....ini posisinya dia, di sono.... iya 21 mile) .
TGN 161 : say again sir?
ATC : trigana 161, visibility 2 until 3 kilo mike, surface wind 290 degrees 07 knots, runway in use runway 13, confirm ready for approach or make holding waiting for weather improvement?
TGN 161 : affirmative, we are make holding
ATC : roger, trigana 161, now fly heading... ee... two six zero expect holding on one five miles mike kilo sierra, radial three one zero mike kilo sierra...
in the background (Adam's pilot chatting: ---- ----- -----, ujung pandang.... bos.... ujung pandang jelas?)
Voice on DHI 574 cockpit : aiyyah.... cuaca di mike kilo sierra (means.... Makassar... ampun deh)
TGN 161 : ----heading 260, 15 miles holding, trigana 161
Voice on DHI 574 cockpit : loh, ini DMEnya nih yah...
iya makanya juga ngaconya disitu
nah, ini mike kilo sierra yah...
ATC : adam 574 confirm maintain heading 070 or tracking to DIOLA?
DHI 574 : affirm mach 74 maintaining 070...
Voice on DHI 574 cockpit : Bearing 074
anginnya dah mulai normal lagi
iyah....
ATC : Syahrizal confirm? (ATC asking for pilot's name)
selamat tahun baru mas....
DHI 574 : Gatu
ok dicopy, disampaikan nanti, Insyaallah....
Voice on DHI 574 cockpit : ---- koq DMEmu beda sama DME gambarnya ini
iyah...
ngaco dia tuh brarti
dah ngaco dah emang ...dah ngaco
udah mulai gambar bambu ini
udah, kita percaya ama ini aja deh...
hehehe... iyalah....
---- cewe-cewe makanya, terlalu jauh banget----
___noise___
salah lagi ini dia....
----
iya nih
coba.. tolong confirm posisi aja, confirm on radial sekian.. 124 DME gitu
(on the background, FO calling ATC)
ATC : go ahead
---- : ---- ----
DHI 574 : roger... adam 574 position is 125 miles mike kilo sierra, crossing radial 307 mike kilo sierra
Voice on DHI 574 cockpit : ok..... that's confirm... that's confirm
affirm
iya khan.. ngaco
ngaco FIDSnya udah ----, FMSnya...
FMS telah mengacaukan dirinya sendiri... UEDANN opo...
oi terbangnya melanglang buana eh....
TGN 161 : trigana 161, maintain visibility now
ATC : standby one
Voice on DHI 574 cockpit : ini aja kep yah
coba ini.. apa.. ee.. gw pake ini aja deh untuk navnya, pake ---- audio altitude
yes
yah ini aja
TGN 161 : Trigana 161 request visibility now?
ATC : standby one
TGN 161 : standby
Voice on DHI 57 cockpit : masuk ke....
fail aja
fail?
yah, vault aja nih
----
ntar attitude (or) altitude aja nih
ada semua ---- cable? (probably AM/Air Mechanic try to repair something on cockpit)
attitude (or) altitude? nggak..
yang laen...
ATC : trigana 161 the visibility 2 until 3 kilo mike and runway change, 290 degrees 08 knots
Voice on DHI 574 cockpit : (Adam's AM: klo angin dan headingnya saja, masukin ini ...)
TGN 161 : copied, trigana 161
Voice on DHI 574 cockpit : ---- SELCAL dan altitudemasukin iniheading brapa nih kep? (FO asking)zero... zero seven nine yah (captain)
iya
masukin ini keatas
TGN 161 : trigana 161, request ILS.. visual at runway 13
ATC : trigana 161, ee.. roger make left turn now heading on zero zero one descent two thousand feet, clear ILS approach runway 13
Voice on DHI 574 cockpit : ini kep?
taro NAV lagi....
TGN 161 : trigana 161, ....descent to two thousand confirm?
(in the background, warning sound ....----....)
ATC : affirm
Voice on DHI 574 cockpit : taro NAV lagi, taro NAV lagi....
TGN 161 : descent to two thousand, trigana 161
Voice on DHI 574 cockpit : yes?
taro NAV lagi (in the background, WARNING sound .... ---- .... WARNING alarm)
taro NAV lagi
NAV!...... ok kep?
JANGAN DIBELOKIN Nih... kita ---- -----
captain, captain, captain...
(WARNING sign.... ticking....)
aduh kep, kep, kep....
ya, ya...
Allahuakbar....... Allahuakbar........ Allahuakbar........ Allahuakbar........
DHI 574 : Mayday.....
Voice on DHI 574 cockpit : argh...
Allahuakbar....
DHI 574 : MAYDAY... MAYDAY...!!
Voice on DHI 574 cockpit : Allahuakbar....
allahuakbar....
(...sounds like windshield kracking...)
argh...
allahuakbar....

0 comments:

Post a Comment